☘️ Pemahaman Pendidikan Islam ☘️
عن أبي سعيد الخدري -رضي الله عنه- قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان
وفي رواية : ليس وراء ذلك من الإيمان حبة خردل
Dari Abu Sa’id Al Khudry -radhiyallahu ‘anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim)
maka di bolehkan dalam islam untuk kemaslahatan , mencabuk , memotong tangan , merajam , membunuh….bagi yg berhak menghukum dan yg di hukum …
Di karenakan di usia dewasa mereka harus mengunakan akal sehat mereka , itulah sebab mengapa agama islam hanya diperuntukan bagi mereka orang yg berakal….
Berbeda / di dikecualikan anak-anak , karena mereka blm sempurna akalnya , karena meraka menilai setiap perkara banyak dg perasaan emosional…

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مُـرُوْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّـلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ. “
Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggal-kan shalat, maka pukullah ia. Dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita).”
Pengajaran sholat dan bolehnya memukul bagi anak-anak ada tatacara yg telah di ajarkan dalam islam …
kewajiban kita mendidik , mengajarkan,menilai dan mengikuti pendapat berdasar ilmu dan kejernihan nikmat akal yg lurus
Mengajarkan , membiasakan dan memerintahkan mengikuti KEBENARAN berdasarkan wahyu dan nikmat akal yg lurus ….
menghindari dan menjauhi dari menilai kebenaran dg kaca mata perasaan emosinal sebagaimana anak kecil yg blm sempurna akalnya…
Sebagai pendidik kita harus sering mengingatkan dan memahamkan agama dg benar , menuntun umat maju kedepan(kedewasaan beragama) bukan mundur kebelakang(masa anak2/kejahilan)
mengajarkan untuk mengikuti kebenaran meskipun terkadang terasa pahit , mengikuti perjuangan ibadah dan dakwah meskipun harus sering bersabar
Ada perumpamaan , orang yg baru keluar dari kolam air tentu masih banyak tersisa air ditubuhnya/basah kuyup , sebagaimana anak kecil yg baru lepas dari kolam perasaan emosional dan kemanjaan ( baru menginjak dewasa ) tentu masih sering bersikap dan menilai permasalahan dg perasaan emosional yg sdh lama menjadi kebiasaan sebelumnya di waktu kecil , (memang begitulah kenyataanya)
tidak bisa di dipungkiri , anak kecil harus terpenuhi keinginannya , bila tidak bisa tahunya hanya ngambek dan menangis ….
Tidak bisa di pungkiri, anak kecil tau nya harus selalu happy , tidak mau repot peduli dengan lingkungan , aturan dan tata krama…
Anugrah ISLAM dan IMAN , sehingga dg pendidikan yg benar akan tertanam dalam jiwa generasi muslim sejati :
“YANG MEMBAHAGIKAN DAN MENENTRAMKAN JIWAnya adalah MENGIKUTI ALHAQ(kebenaran) , bukan mengikuti perasaan dan pendapatnya”
setiap kita WAJIB belajar tentang kedewasaan dan kebijakan dalam beragama , kesopanan , tata krama , kesantunan dan kesabaran.
www.jannatul-quran.com
