Ma’had Jannatul Qur’an Al-Islamy
Pondok Pesantren yang mendidik santri-santri nya untuk belajar Ilmu dan Adab Islam secara integral. Pondok pesantren ini terletak di desa Kemiri, kabupaten Boyolali. Daerah ini terkenal dengan daerah yang melimpah hasil susu sapinya dan udara yang sejuk.
Ma’had JannatulQur’an memiliki visi mencetak pegiat dakwah yang berilmu dan beradab sebagaimana diajarkan oleh salafush shalih.
Yuk gabung ! , ikut berkarya untuk kemajuan umat pada program kegiatan menebar dan menanamkan ilmu syari’ bersama Pondok Pesantren Jannatul Qur’an…………
Kita tinggalkan tata cara ibadah,aktifitas,pekerjaan dan segala hal yang tidak syari’,menuju kepada metodehidup yang di ajarkan Nabi صلى الله عليه و سلم……………….
Dalam hadits riwayat Imam Ahmad, diceritakan tentang seorang lelaki dari penduduk kampung (Arab Badui) yang berkata,
أَخَذَ بِيَدِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَعَلَ يُعَلِّمُنِي مِمَّا عَلَّمَهُ اللهُ وَقَالَ: ” إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا اتِّقَاءَ اللهِ إِلَّا أَعْطَاكَ اللهُ خَيْرًا مِنْهُ “
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua tanganku. Beliau pun mulai mengajarkan aku dari ilmu yang Allah Ta’ala wahyukan kepada beliau. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena ketakwaan kepada Allah Ta’ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu (sebagai pengganti, pen.) yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad no. 20739. Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.)
Allah Ta’ala banyak menyebutkan hal ini di berbagai ayat dalam Al-Qur’an. Di antaranya adalah kisah tentang sahabat Nabi dari kaum muhajirin yang berhijrah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ke kota Madinah dengan meninggalkan kampung halaman dan harta mereka di kota Makkah. Mereka juga meninggalkan berbagai kesenangan yang mereka miliki. Allah Ta’ala pun kemudian mengganti dengan limpahan rizki di dunia dan kemuliaan untuk mereka radhiyallahu ‘anhum.